Saya mau cerita tentang sebuah kisah. Sebuah kisah singkat tentang laman
404. Pada tau kan.. Biasanya muncul dengan kolaborasi bersama Page Not Found.
Laman 404 pada dasarnya adalah sebuah halaman yang akan menggantikan
halaman yang tidak terkoneksi ke server atau halaman tersebut telah di
hapus. Seenganya itu yang tertulis di SEO TIPS. Tapi menurut saya, 404 itu adalah pengalaman buruk waktu ada di web. Pada dasarnya emang sama dengan apa yang ditulis SEO TIPS, sebuah laman standar yang inisiatip ngegantiin halaman lain waktu halaman tersebut ga hadir. Coba kalo ada yang inisiatip gantiin saya kerja.
Initinya,
sebuah perasaan buruk saat kita liat halaman ini. Coba deh pikirin,
betapa keselnya pas ngeliatnya. Kaya waktu kamu di tinggalin sama si dia. Disaat kalian sudah berharap mendapatkan dirinya dan BAM!! HATI NOT FOUND!!! CURHAT!
Hal ini jadi menarik untuk dipikirin, dari mana 404 itu berasal?
Dalam dunia permayaan, terdapat kumpulan error yang saling berhubungan.
Kalo kita perdalam lebih dalam dan dalam lagi.. Daftar error diatas kaya
daftar konsultasi rumah tangga atau hubungan kami dengan si doi.
Semakin kebawah, semakin buruk keadaannya.
404
ini adalah pengalaman global. Dari web kecil atau gede, pasti
mengalami. Apa yang 404 coba kasih tau ke kita adalah bahwa kita telah
kesandung. Dan itu bukan pengalaman yang baik. Bayangin lagi kalo yang kalian
harepin ini adalah sebuah halaman yang di tunggu-tunggu yang isinya
foto yang terkasih yang udah menghiasi hari-hari serasa naik lumba-lumba..
dan ternyata yang kamu dapetin...
Plak,
tamparan wajah pun didapetin.. Coba pikirin dikit tentang perasaan ini .. Ibarat kamu dateng ke supermarket dan bilang "Mas, tolong ambilin
Susu Denwow". Lalu si Masnya masuk ke gudang dan keluar ga pake celana..
Rasanya kaya "Tidak, Aing ga mau liat".
Maka
dari itu, beberapa pengelola web merubah atau membelokan para user yang
menuju 404 ke halaman yang bisa dibilang menarik untuk mengurangi
tamparan yang didapet.. Saya hargain itu..



Komentar
Posting Komentar